BLOGGER TEMPLATES AND Zwinky Layouts »

Rabu, 25 Desember 2013

Christmas Truce: The Moment of Humanity in WW1


Sebelumnya,saya mengucapkan selamat Natal bagi yang merayakan! Semoga kasih dan berkat Tuhan menyertai kita semua, amin! Natal juga membawa momen damai 99 tahun yang lalu pada front barat perang dunia pertama yang keras. Momen itu akan dikenang sebagai "Christmas Truce".



 Perang dunia kedua memang keras dan kejam. Tidak sedikit film dokumenter tentang re-enactment kejamnya perang tersebut. Tahukah anda bahwa perang dunia pertama sangat brutal dan lebih kejam daripada perang dunia kedua walauun jumlah korban tidak sebanyak PD2? Kenapa saya bilang lebih brutal? Jika pada perang dunia kedua pertempuran berlangsung cepat dengan prajurit yang tangkas dan lincah, pertempuran pada perang dunia pertama berlangsung statis dan berani mati (coba deh sebagai referensi ini: trench warfare/perang parit) . Tidak jarang ribuan orang tewas dalam satu hari karena mereka menerjang parit musuh yang sudah berisi machine gun dan prajurit musuh yang siap siaga menembak siapapun yang datang, dan dalam serbuan ini mereka tidak memeroleh perlindungan apapun. Untuk membuat perang ini lebih keras, penggunaan senjata kimia (gas mustard dan klorin) dilakukan oleh kedua pihak. Banyak orang mati atau menjadi buta karena senjata kimia tersebut. Pada masa-masa ini, banyak dari mereka memandang musuh sebagai sesuatu yang lebih rendah dari manusia.


bayangkan, anda berlari menerjang barisan ini tanpa perlindungan sama sekali.
 Pada natal tahun 1914, terjadi gencatan senjata tidak resmi oleh kedua kubu di sebagian zona tempur. Sekitar 100.000 prajurit Jerman, Perancis, dan Inggris berkupul bersama untuk berpesta, bertukar kado, atau hanya untuk sekedar bercengkrama melepas stress.

berkumpul bersama di hari natal
 Kejadian ini diawali ketika beberapa prajurit Jerman menyalakan lilin dan menyanyikan kidung natal. Lalu kedua kubu bersahut-sahutan meneriakkan selamat natal. Tidak lama kemudian, prajurit Inggris menyanyikan kidung natal mereka. Mereka pun bertemu untuk sekedar bertukar cinderamata, rokok, hingga minuman keras. Tidak ada dentuman meriam, tidak ada suara tembakan, yang ada pada saat itu hanya canda dan tawa.

Prajurit Jerman dan Perancis bermain sepakbola

 Sayangnya tahun-tahun berikutnya, perwira dari kedua kubu melarang gencatan senjata yaang tidak resmi ini. Mereka mengancam akan menembak siapapun yang melakukannya dengan alasan disiplin dan kepatuhan. Walaupun masih ada tukar kado secara sembunyi-sembunyi yang dilakukan pada malam hari.

Walaupun disebut sebagai "aib" oleh kedua belah pihak pada saat itu, namun kejadian ini dikenang sebagai salah satu aksi kemanusiaan yang besar dalam perang dunia pertama. Gencatan senjata ini diabadikan dengan monumen di Frelinghien, Perancis. Tempat ini merupakan tempat ketika tentara Perancis bermain sepakbola dengan tentara Jerman (FYI pada pertandingan itu, Jerman menang 2-1)

Keturunan veteran Perang Dunia 1 melakukan memorial Christmas Truce di Frelinghien, Perancis

Hope you guys like the articles!

 Cheers! Merry Christmas!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar