BLOGGER TEMPLATES AND Zwinky Layouts »

Jumat, 29 Agustus 2014

FG 42: The Sky Hunter Rifle



Senjata era perang dunia 2 ini jarang muncul di film dan biasanya menjadi senjata eksklusif di game FPS yang bertema perang dunia 2. Senjata ini dibuat khusus untuk salah satu unit elit Wermacht Jerman pada masa perang dunia 2. Senapan yang dibuat khusus untuk prajurit paratroopers ini katanya juga merupakan hybrid dari tiga konsep senjata sekaligus, apaan aja tuh? This is Fallschirmjaeger Gewehr 42! Enjoy!




Nama: FG 42
Tipe: Semi/Fully Automatic Battle Rifle
Asal: Nazi Jerman
Periode Pemakaian: 1942-1945 (Nazi Jerman)
Desainer: Louis Stange
Kaliber: 7.92x57 Mauser
Panjang: 97.5 cm
Berat: 4.95kg
Kapasitas Magasin: 20 Peluru
Rate of Fire: ~750 Peluru per Menit
Jarak Efektif: ~600m

FallschirmJaeger and Background



 Fallschirmjaeger adalah unit khusus parasut (paratrooper) Jerman. Fallschirmjaeger berasal dari kata "Fallschirm" yang berarti parasut dan "Jaeger" yang berarti pemburu. Fallschirmjaeger merupakan salah satu unit elit Luftwaffe (angkatan udara) Jerman. Salah satu operasi mereka yang sukses adalah penyerbuan Gran Sasso untuk membebaskan Benito Mussolini yang ditahan.

Fallschirmjaeger Jerman pada masa perang dunia 2

Okay, kenapa sih paratrooper Jerman perlu senjata khusus? Well, ini bermula saat awal-awal operasi Fallschirmjaeger pada perang dunia 2. Konon karena desain parasut Jerman saat itu, seorang prajurit perlu melakukan roll depan saat mendarat (FYI pasukan paratrooper yang lain berguling juga sih, tapi kebanyakan gulingnya ke samping). Karena itu, tidak mungkin untuk membawa rifle/machine gun saat melompat (karabiner 98k dan MG34 panjangnya kurang lebih 100cm). Paratrooper pun akhirnya hanya membawa pistol dan pisau sementara senjata seperti rifle dan machine gun ditaruh didalam kotak terpisah. Masalah yang muncul adalah ketika sesudah mendarat, para Fallschirmjaeger ini harus mencari kotak senjata yang jatuh entah dimana, dan pas operasi-operasi awal paratrooper ini, korban yang jatuh pun besar karena terlalu sibuk mencari senjata mereka.

Parasut Fallschirmjaeger saat dibuka, coba bayangin deh kalo ada senapan sepanjang 1m nyantol di badannya :)
Banyak fallschirmjaeger tewas saat perang dunia 2 karena bermain petak umpet dengan benda ini


Luftwaffe Request
Sadar akan masalah ini, Luftwaffe meminta agar departemen angkatan udara (ReichsLuftfahrtMinisterium) membuat senjata khusus untuk paratrooper. Luftwaffe menginginkan sebuah senjata yang tidak lebih panjang daripada 100cm, tidak lebih berat daripada karabiner 98k namun tetap akurat, mempunyai rate of fire seperti MP40, dan tetap supresif seperti MG34 (FYI, konsep seperti ini juga digunakan Amerika ketika mengembangkan rifle M14). Perasaan pas tahun-tahun segitu Jerman bukannya sudah mengembangkan MP43(StG44) , ngapain bikin senjata baru lagi coba? Well, Luftwaffe menambahkan satu spesifikasi lagi: senjata ini menggunakan amunisi 7.92x57mm Mauser, StG44 menggunakan 7.92x33mm dan maka dari itu tipe senjata ini juga "battle rifle" bukan "assault rifle".


Perwira Luftwaffe sedang membongkar FG42 model A



Design
Oke, desain FG42 itu unik dibandingkan rifle lain pas perang dunia 2. FG42 adalah rifle pertama yang menggunakan pistol grip. Magasin juga diletakkan di samping rifle. Ngapain coba ditarohnya disamping ga dibawah kayak rifle umumnya? Okay, take a closer look
FN FAL, battle rifle Belgia, liat bagian magasinnya yang berada di depan pistol grip


Dan bandingkan dengan ini....
detail dari magasin dan pistol grip FG42


See the purpose? alasan kenapa magasinnya ditaroh disamping agar magasin, dan mekanisme senjata bisa diletakkan di atas pelatuk sehingga ukuran senjata bisa menjadi lebih pendek. Bagian stock juga terhubung dengan recoil spring sehingga recoil bisa diminimalisasi. Scope bisa diletakkan pada bagian railing senjata sehingga jarak tembak menjadi lebih optimal.

Bagian stock dari FG42, stocknya sendiri lebih mirip "kantong" buat menampung recoil spring


Biarpun desain FG42 terbilang jauh melampaui desain senjata lainnya, namun senjata ini memiliki kekurangan. Stock senjata mudah rusak karena stocknya terintegrasi dengan recoil spring sehingga "kopong" tidak seperti rifle lain yang 100% kayu masa itu.  Magasin yang diletakkan pada bagian samping juga membuat senjata ini tidak seimbang dan kurang nyaman. Perasaan submachine gun STEN juga magasinnya di samping, tapi fine-fine aja tuh. STEN menggunakan peluru pistol, dan peluru rifle beratnya kira-kira 1.5x peluru pistol. 

Yeah, enjoy that heavy rifle caliber....


FG42 model A, dengan pistol grip yang super miring

FG42 model B, dengan redesain pada pistol grip, stock, dan gas system


Operation


Karena senjata ini eksklusif untuk paratrooper Jerman, senjata ini jarang terlihat di setiap operasi perang dunia 2. FG42 mulai debut ketika penyerbuan Gran Sasso pada tahun 1943. Sayangnya, tidak lama kemudian Jerman berada dalam kondisi bertahan, namun FG42 tetap digunakan meskipun unit fallschirmjaeger tidak menggunakan parasut mereka. Setelah perang dunia 2, senjata ini tidak digunakan oleh angkatan bersenjata dari negara lain karena jumlah yang dibuat sangat sedikit (3,000 unit total). Sedikit FG42 yang berhasil diambil dengan kondisi baik kemudian diteliti untuk pengembangan senjata lainnya misalnya M60 Light Machine Gun.

Fallschirmjaeger saat bertempur di Prancis tahun 1944
Kiri: M60 Kanan: FG42, now you can't unsee this



Hope you guys enjoyed the article!


Cheers!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar