BLOGGER TEMPLATES AND Zwinky Layouts »

Kamis, 14 Agustus 2014

Know The Differences: Submachine Gun vs Assault Rifle



Banyak diantara kita (apalagi saya), yang pernah bertanya-tanya "apa sih bedanya smg sama assault rifle?". Pengalaman ini muncul sebenarnya ketika saya pertama kali bermain game FPS, sebut saja Callfront: BattleDuty. Saya pikir SMG dan assault rifle itu sebenarnya sama (don't laugh at me). Why? karena  dua tipe senjata ini dapat ditembakkan secara otomatis dan tampilan fisiknya cukup mirip. Kali  ini dalam rubrik Know The Differences, kita akan melihat secara detail apa sih bedanya SMG dan assault rifle selain beda tulisannya. Enjoy!




Well sebelumnya coba lihat ini
Thompson M1A1

dan ini
StG44

kelihatannya mirip kan?

keduanya memiliki stock (popor), memiliki magasin, dan ukuran yang relatif besar. Tapi, kedua tipe ini bukan jenis senjata yang sama. Thompson M1A1 merupakan submachine gun dan StG44 merupakan assault rifle. Lah, terus bedanya apa sih?

Kaliber
ki-ka: peluru rifle (7.62 NATO), peluru intermediet (5.56 NATO), peluru pistol (9mm Parabellum)

Submachine gun menggunakan kaliber pistol. Penggunaan kaliber pistol memungkinkan submachine gun dapat memuat peluru yang lebih banyak karena ukurannya lebih kecil dibandingkan peluru rifle umumnya. Penggunaan pistol kaliber juga menyebabkan submachine gun memiliki jarak efektif yang relatif pendek.

Strumtruppen Jerman neggunakan MP40



Assault rifle menggunakan peluru rifle intermediet. Peluru intermediet tidak sebesar peluru rifle biasa dan tidak sekecil peluru pistol. Penggunaan kaliber ini memungkinkan assault rifle memperoleh jarak efektif yang lebih besar dibandingkan pistol dan smg, namun tidak menghasilkan recoil sebesar rifle umumnya.

Bundeswehr Jerman membawa HK G36 assault rifle


Rate of Fire and Mechanism
Umumnya smg mempunyai rate of fire yang tinggi, berkisar antara 700-1,200 peluru per menit (exc. for mp 40 series sekitar 500-500 peluru / menit). Mekanisme submachine gun umumnya menggunakan prinsip blowback. Mekanisme blowback menggunakan energi reaksi recoil dari peluru untuk mendorong selongsong keluar dan memasukkan peluru yang baru. 

Animasi mekanisme blowback pistol, submachine gun juga menerapkan prinsip yang sama kok :)

Assault rifle memiliki rate of fire yang sedang, berkisar antara 500-950 peluru per menit. Mekanisme Assault rifle umumnya menggunakan prinsip gas operated. Mekanisme gas operated menggunakan energi dari gas propelan (mesiu) untuk menggerakkan mekanisme pengeluaran dan pengisian kembali peluru. Kok enggak pake sistem blowback aja sih? Well, silahkan anda bayangkan kalau gambar animasi blowback tadi dengan recoil kira-kira dua kali lipat. Penggunaan sistem gas operated ini bertujuan agar recoil senjata dapat diminimalisasi sehingga lebih akurat.

Mekanisme gas operated pada M16


Saya menampilkan dua video untuk perbandingan rate of fire antara SMG (Kriss Vektor) dan assault rifle (M4 Carbine).... enjoy!

Credits to sootch00 and hickok45 respectively.





Usage
Okay, sekarang pada bab terakhir perbedaan smg dan assault rifle. Nah, siapa sih yang menggunakan smg atau assault rifle? Here goes...

Submachine gun menjadi senjata yang populer pada perang dunia 2 karena menjadi senjata otomatis yang praktis dan mudah dibawa. Meskipun populer, submachine gun bukan menjadi senjata standar pada masa itu .  Submachine gun digunakan oleh regu serbu khusus (storm trooper), pemimpin skuad, atau paratrooper. Pasca perang dunia 2, assault rifle pertama muncul dan menjadi senjata standar prajurit pada konflik-konflik berikutnya. Penggunaan assault rifle dikarenakan assault rifle ideal pada pertempuran jarak jauh dan jarak dekat. Assault rifle menjadi populer karena serba guna dan memiliki jarak efektif yang lebih baik dan karena rate of fire yang lebih rendah membuat penembakkan lebih terkendali. Terus SMG jadi enggak populer lagi dong? Tidak juga, submachine gun menjadi senjata pilihan para pasukan khusus, seperti Kopassus. Para prajurit khusus umumnya memerlukan senjata yang praktis dan memiliki volume tembakan yang tinggi. Submachine gun juga digunakan oleh kepolisian, bodyguard, atau unit anti kriminal khusus karena kaliber pistol lebih kecil dan tidak menyebabkan over-penetrasi (peluru menembus target dan mengenai objek dibelakangnya).

Seorang prajurit berlatih menembak AK74 assault rifle


Polisi Inggris berpose dengan MP5 submachine gun


Hope you guys enjoyed the article!
Cheers!

1 komentar: