BLOGGER TEMPLATES AND Zwinky Layouts »

Senin, 16 Juni 2014

Armored Personnel Carrier: The Battle Bus






Dalam pertempuran modern, para prajurit tidak hanya berbekal nyali dan senjata api yang canggih. Kendaraan tempur juga perlu diciptakan untuk membuat prajurit selamat sampai tujuan dan dapat kembali dari medan tempur dengan selamat. Pada tulisan kali ini akan lebih umum karena kita akan melihat perkembangankendaraan tempur dari masa ke masa. Enjoy!



Kendaraan tempur sudah ditemukan pada era Yunani kuno dahulu. Helepolis diciptakan oleh bangsa Yunani untuk melindungi para serdadu yang akan menyerang benteng kota lawan. Setelah helepolis, banyak bangsa membuat konstruksi yang serupa untuk memudahkan serdadunya menyerang benteng musuh. Pada awalnya bahan yang digunakan berupa kayu dan kadang-kadang diberi plat besi pada beberapa bagian. Sayangnya konstruksi ini perlu digerakkan oleh tenaga (ratusan) manusia dan sangat lambat sehingga mudah dihujani oleh tembakan panah.
Gambar menara helepolis yang digunakan pasukan Yunani kuno


Pada abad pertengahan, pada pemberontakan kaum Hussite di Bohemia (Ceko) membuat "bus tempur" mereka yang menggunakan tenaga hewan. Tidak ada nama resmi dari konstruksi ini, kita sebut saja dengan "war wagon". Konstruksi kereta perang ini seperti kereta kuda pada umumnya, namun memiliki lubang pada bagian samping sehingga penembak/ pemanah bisa menembak sambil berlindung di dalam kereta. Sayangnya, war wagon tidak membawa kaum Hussite menang dalam perang hussite melawan Bohemia, namun konsep mesin dan konstruksi ini akan berkembang kembali pada era mesin pembakaran internal, dengan konsep memberikan proteksi dan memungkinkan kru menembus daerah lawan.
Rekonstruksi kereta perang Hussite


Armored Personnel Carrier pertama lahir pada jaman perang dunia 1. Setelah sukses menciptakan tank sebagai kendaraan lapis pertama yang sukses di medan tempur, Inggris menciptakan  tank mark IX dengan konsep Personnel Carrier dan tanpa senjata/meriam disertakan. Mark IX ini lambat seperti tank pada perang dunia1, selain itu tank ini juga seperti pada tank Inggris sebelumnya panas dan gas emisi masuk kedalam ruang kru. Tank ini diproduksi dalam jumlah yang sangat sedikit karena pengerjaannya yang lama dan mahal.
Mark IX Tank Inggris sebagai APC bermesin pertama


Pada perang dunia 2, desain "Half Track" mulai dikenal dan beberapa APC dibuat dengan prinsip ini. Half track adalah kombinasi dari roda track pada bagian belakang untuk melewati medan sulit, namun pada bagian depan memiliki roda bundar untuk kemudaan berkendara. Jerman dan Amerika mengadaptasi desain ini dengan Sd.Kfz 251 "Hannomag" dan dan "M3 half track". Pada perang dunia 2, penggunaan kendaraan ini mulai populer oleh kedua pihak terutama Jerman untuk manuver blitzkriegnya. Pada masa perang dunia 2,  Jepang dan Amerika juga mengembangkan APC amfibi sehingga bisa bergerak dalam zona tempur kepulauan seperti pada pertempuran pasifik.

Sd.Kfz 251 "Hanomag" berkeliling kota pada PD2


Pada era perang dingin, istilah APC sudah mulai ditinggalkan. Kendaraan "bis perang" mengenal istilah "Infantry Fighting Vehicle". IFV secara umum memiliki fungsi yang sama dengan APC sebagai kendaraan angkut infantri. Akan tetapi, IFV memiliki senjata pendukung yang lebih besar (IFV umumnya dilengkapi dengan autocannon 20mm/40mm sementara APC umumnya hanya dilengkapi dengan senjata mesin) dan beberapa memiliki lubang di samping sehingga para penumpang juga dapat menembak senjata mereka .
BMP-1 Soviet, APC amfibi ini beroperasi aktif pada masa perang dingin


Pada era modern, IFV semakin mengembangkan armor dan senjata armamennya. Pada era modern, IFV akan terlihat mirip dengan tank. Well, ini mungkin saja karena armor IFV pada masa kini juga sama dengan armor tank, beberapa juga memiliki roda track seperti tank, dan bahkan beberapa memiliki meriam dan pod rudal seperti mesin tempur berat. Meskipun dengan perlengkapan seperti itu, tetap saja IFV tidak didesain untuk konfrontasi langsung. IFV dan APC didesain untuk mengangkut dan mendukung infanteri. Dan semua fitur keren dimiliki APC untuk bertahan (mungkin karena ini APC jarang dimunculkan dalam film). Dan bis perang inilah yang membuat banyak infanteri dapat pulang dengan selamat.
M2 Bradley dalam operasi "Iraqi Freedom"


Hope you guys enjoy the article!
Cheers!

Anoa, APC Indonesia, dengan auto-cannon pada turret

Tidak ada komentar:

Posting Komentar